Minggu, 26 Mei 2013

[cerita terjemahan] One-Way Doors



One Way Doors
 Rating: 8.0/10 (230 votes cast)
Credit To – Andrew Kim
Originally translated by : RainiLa

Take out with full credit !!!


Gang selalu dipenuhi dengan pintu-pintu, banyak yang sepertinya tidak pernah menuju kemanapun. Sesekali, kau mungkin menemukan sebuah pintu yang tampaknya benar-benar ganjil. Pintu-pintu kayu tua terlihat seperti mereka sudah berabad-abad umurnya dan memiliki desain yang sangat halus dan hiasan yang diukir di atasnya. Ini adalah Jalan Satu Arah.
 
Sekarang suatu hari, kau mungkin menemukan dirimu sendiri berada di dalam gang, menatap salah satu pintu misterius dengan rasa penasaran. Kau mendekati pintu itu dan mencoba gagang pintu dari tembaga, terkejut menemukan bahwa pintu itu telah dibiarkan terbuka. Kau mengayunkan pintu perlahan, menyadari bahwa tempat itu sangat gelap. Meskipun agak terang di gang, kau tidak dapat melihat apa-apa di seberang ambang pintu. Masih dibayang-bayangi oleh kemungkinan apa yang ada di balik pintu, kamu menuruti prasangka baikmu dan melangkah menuju ke kegelapan.
kau berkedip beberapa kali, memungkinkan matamu untuk menyesuaikan asupan cahaya, dan kau menyadari bahwa kau sedang berdiri kembali di gang, menghadap pintu. kau mencoba gagang pintu lagi, kecuali bahwa kali ini, pintu itu terkunci. Hal terakhir yang kau ingat telah lakukan adalah pergi melalui pintu kayu tua ini, kecuali sekarang, kau berdiri kembali di gang. Kau mengangkat bahu karena beberapa memori atau Déjà vu, dan melihat pintu itu sekarang terkunci, kau memutuskan untuk pulang.
 
Ketika kau berbalik, kau melihat seorang pria menuju pintu, jelas sama penasarannya dengan pintu itu seperti halnya dirimu. "Jangan repot-repot, bro. Ini terkunci," kau katakan padanya. Dia tidak menghiraukanmu dan terus berjalan menuju pintu, lurus melewati tubuhmu.
 
"Tunggu, apa-apaan ini?"
Kau membelalak saat pria itu terus maju mendekati pintu. "Bagaimana dia -?! Apakah pria itu hantu?! Kecuali, aku - "
 
Pria itu meraih gagang pintu dan membuka pintu. Dia menjulurkan kepalanya ke dalam kegelapan sebelum sepenuhnya melangkah melewati pintu.
 
Saat pria itu melangkah ke ruangan, kakinya sama sekali tidak menemukan pijakan. Ia jatuh 30 kaki ke bawah lubang di dalam ruangan. Dia meninggal begitu ia menghantam tumpukan mayat di bagian bawah lubang, tubuhnya terbaring rapi di sampingmu.

END

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ga terlalu serem ye cu, tapi cukup bikin mikir 'oh gitu, dalemnya itu' tapi pertanyaannya kenapa orang harus terlalu peduli -penasaran tepatnya akah hal yg menurutku tidak perlu =.=v

Ila Ilhami mengatakan...

Udah sifatnya kek gt kek, xD